{"id":22639,"date":"2026-08-17T21:35:04","date_gmt":"2026-08-17T14:35:04","guid":{"rendered":"https:\/\/ganeshatama-byi.sch.id\/?p=22639"},"modified":"2026-08-17T21:35:05","modified_gmt":"2026-08-17T14:35:05","slug":"smk-ganesha-tama-boyolali-gelar-mpls-2026-kenalkan-lingkungan-sekolah-dan-budaya-kerja-industri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ganeshatama-byi.sch.id\/?p=22639","title":{"rendered":"SMK Ganesha Tama Boyolali Gelar MPLS 2026, Kenalkan Lingkungan Sekolah dan Budaya Kerja Industri"},"content":{"rendered":"\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><a href=\"https:\/\/ganeshatama-byi.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_1504_1_1_1_optimized_2000-scaled.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"768\" src=\"https:\/\/ganeshatama-byi.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_1504_1_1_1_optimized_2000-1024x768.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-22642\" srcset=\"https:\/\/ganeshatama-byi.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_1504_1_1_1_optimized_2000-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/ganeshatama-byi.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_1504_1_1_1_optimized_2000-300x225.jpg 300w, https:\/\/ganeshatama-byi.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_1504_1_1_1_optimized_2000-768x576.jpg 768w, https:\/\/ganeshatama-byi.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_1504_1_1_1_optimized_2000-1536x1152.jpg 1536w, https:\/\/ganeshatama-byi.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_1504_1_1_1_optimized_2000-2048x1536.jpg 2048w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/a><\/figure>\n\n\n\n<p>Boyolali, 13 Juli 2026 \u2013 Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026\/2027 di SMK Ganesha Tama Boyolali menjadi langkah awal bagi peserta didik baru untuk mengenal lingkungan sekolah sekaligus memahami kompetensi keahlian yang akan menjadi bekal menuju masa depan. Dipusatkan di Aula Barat SMK Ganesha Tama Boyolali, kegiatan berlangsung tertib, edukatif, dan menyenangkan dengan mengedepankan semangat MPLS Ramah, pendidikan karakter, serta pengenalan budaya belajar di lingkungan sekolah.<\/p>\n\n\n\n<p>MPLS secara resmi dibuka oleh Kepala SMK Ganesha Tama Boyolali, Bapak Kristian Natalia Wahyudi, S.T., Gr., didampingi jajaran Komite Sekolah. Pembukaan tersebut menjadi penanda dimulainya perjalanan peserta didik baru sebagai bagian dari keluarga besar SMK Ganesha Tama Boyolali. Dalam arahannya, kepala sekolah menekankan bahwa MPLS bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk mengenal lingkungan sekolah, membangun kedisiplinan, menumbuhkan rasa tanggung jawab, serta mempersiapkan diri mengikuti proses pembelajaran selama menempuh pendidikan di SMK.<\/p>\n\n\n\n<p>Salah satu agenda penting dalam MPLS adalah pengenalan program keahlian. Sebagai sekolah menengah kejuruan yang berorientasi pada kompetensi dan kebutuhan dunia kerja, SMK Ganesha Tama Boyolali memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengenal lebih dekat berbagai bidang keahlian yang tersedia. Pengenalan tidak hanya mencakup nama jurusan, tetapi juga gambaran kompetensi, aktivitas praktik, pemanfaatan teknologi, peluang magang, budaya kerja, hingga prospek karier setelah lulus.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Mengenal DPIB, Dari Gambar hingga Bangunan Nyata<\/h3>\n\n\n\n<p>Pada Bidang Teknik Bangunan dan Arsitektur, peserta didik baru dikenalkan dengan Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB), kompetensi yang memadukan kemampuan menggambar, perencanaan, teknologi digital, dan pemahaman dasar konstruksi bangunan. Melalui DPIB, siswa tidak hanya belajar menggambar bangunan secara manual, tetapi juga diarahkan memanfaatkan perangkat lunak komputer untuk menghasilkan gambar kerja yang detail, presisi, dan sesuai kebutuhan perencanaan.<\/p>\n\n\n\n<p>Dalam proses pembelajaran, peserta didik akan mengenal berbagai tahapan perencanaan bangunan, mulai dari memahami gambar teknik, membuat denah, tampak, potongan, hingga menghasilkan gambar bangunan dalam bentuk <strong>2D dan 3D<\/strong>. Pemanfaatan teknologi digital menjadi bagian penting karena perkembangan industri konstruksi semakin membutuhkan tenaga kerja yang mampu mengoperasikan perangkat lunak desain dan pemodelan bangunan.<\/p>\n\n\n\n<p>Tidak berhenti pada desain, peserta didik juga mendapatkan pemahaman mengenai perhitungan biaya konstruksi, kebutuhan material, serta dasar-dasar pekerjaan pembangunan. Pengetahuan tersebut membantu siswa memahami bahwa sebuah bangunan tidak hanya membutuhkan desain yang menarik, tetapi juga harus memperhatikan aspek teknis, biaya, fungsi, keamanan, dan efisiensi.<\/p>\n\n\n\n<p>Pembelajaran DPIB juga memberikan gambaran mengenai proses pembangunan secara lebih menyeluruh. Peserta didik dikenalkan dengan material konstruksi, dasar-dasar struktur bangunan, teknik pelaksanaan pekerjaan, serta pentingnya keselamatan dan kualitas pekerjaan. Melalui praktik di Studio DPIB, siswa dapat mengembangkan kemampuan menggambar, membuat pemodelan, membaca gambar teknik, serta menyelesaikan berbagai tugas perencanaan yang berkaitan dengan konstruksi dan arsitektur.<\/p>\n\n\n\n<p>Pengenalan DPIB menjadi kesempatan bagi peserta didik baru untuk memahami bahwa bidang konstruksi dan arsitektur terus berkembang seiring kemajuan teknologi. Dunia kerja membutuhkan tenaga terampil yang tidak hanya mampu menggambar, tetapi juga memahami proses perencanaan, menggunakan teknologi digital, bekerja secara teliti, dan mampu berkomunikasi dalam tim proyek.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan bekal tersebut, lulusan DPIB memiliki peluang berkembang di berbagai bidang, seperti drafter, estimator, tenaga administrasi proyek, teknisi gambar bangunan, tenaga pelaksana konstruksi, maupun melanjutkan pendidikan pada bidang teknik sipil, arsitektur, konstruksi, dan teknologi bangunan lainnya.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Teknik Mesin dan Manufaktur, Dekat dengan Dunia Industri<\/h3>\n\n\n\n<p>Sementara itu, Bidang Teknik Mesin dan Manufaktur memperkenalkan peserta didik pada dunia industri yang berkaitan dengan proses produksi, perawatan mesin, manufaktur, dan teknologi permesinan. Dua kompetensi yang diperkenalkan adalah Teknik Pemesinan (TP) dan Teknik Mekanik Industri (TMI).<\/p>\n\n\n\n<p>Pada Teknik Pemesinan (TP), peserta didik dikenalkan dengan proses pengerjaan benda kerja, khususnya komponen berbahan logam. Pembelajaran memadukan teori dan praktik melalui pengenalan perkakas tangan, alat ukur, mesin perkakas, hingga teknologi permesinan modern. Proses seperti pembubutan, pengefraisan, pengeboran, penggerindaan, hingga pembuatan komponen menggunakan mesin berbasis komputer menjadi bagian dari keterampilan yang dipelajari.<\/p>\n\n\n\n<p>Seiring perkembangan industri manufaktur, siswa juga dikenalkan dengan teknologi Computer Numerical Control (CNC). Teknologi ini memungkinkan proses pengerjaan komponen dilakukan secara lebih presisi melalui sistem komputer. Karena itu, peserta didik tidak hanya belajar mengoperasikan mesin, tetapi juga memahami gambar kerja, melakukan pengukuran, membaca spesifikasi, menjaga ketelitian, dan menerapkan standar keselamatan kerja.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, Teknik Mekanik Industri (TMI) memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih dekat dengan sistem dan peralatan yang digunakan di lingkungan industri. Peserta didik dikenalkan dengan cara kerja mesin, perawatan berkala, perbaikan, pemasangan, pemeriksaan, hingga pengelolaan mesin dan peralatan industri.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui praktik, siswa TMI dilatih memeriksa kondisi mesin, mengenali komponen, memahami sistem kerja peralatan, serta melakukan perawatan sesuai prosedur. Ketelitian, kedisiplinan, kemampuan menganalisis masalah, dan kepatuhan terhadap prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi bagian penting dalam pembelajaran.<\/p>\n\n\n\n<p>Pengenalan TP dan TMI memberikan gambaran bahwa dunia industri membutuhkan tenaga kerja yang mampu bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Lingkungan praktik menjadi ruang untuk membangun budaya kerja sejak dini, termasuk ketepatan waktu, penggunaan alat sesuai prosedur, menjaga kebersihan area kerja, serta mengutamakan keselamatan.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Dunia Otomotif, dari Bengkel Menuju Dunia Kerja<\/h3>\n\n\n\n<p>Pengenalan kemudian berlanjut ke Bidang Otomotif melalui kompetensi Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) dan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM). Bidang ini memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan sehari-hari sekaligus membuka peluang kerja dan usaha yang luas.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada TKRO, peserta didik diarahkan memahami teknologi kendaraan roda empat. Pembelajaran mencakup berbagai sistem kendaraan, mulai dari mesin, sistem pemindah tenaga, sistem kemudi, sistem rem, sistem suspensi, sistem kelistrikan, hingga teknologi elektronik kendaraan.<\/p>\n\n\n\n<p>Perkembangan teknologi kendaraan membuat pembelajaran TKRO terus menyesuaikan kebutuhan industri otomotif. Kendaraan modern semakin banyak menggunakan sistem elektronik dan teknologi komputer sehingga siswa perlu memiliki kemampuan beradaptasi dengan perkembangan tersebut. Melalui praktik di Bengkel TKRO, siswa mengenal peralatan kerja, menerapkan K3, melakukan pemeriksaan kendaraan, serta membangun budaya kerja sesuai lingkungan industri otomotif.<\/p>\n\n\n\n<p>Sementara itu, Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) memperkenalkan dunia kendaraan roda dua sekaligus peluang pengembangan usaha di bidang otomotif. Pembelajaran tidak hanya berfokus pada servis dan perbaikan sepeda motor, tetapi juga mengenalkan bagaimana layanan bengkel dapat dikelola secara profesional.<\/p>\n\n\n\n<p>Siswa mempelajari berbagai sistem sepeda motor, mulai dari mesin, sistem bahan bakar, kelistrikan, pemindah tenaga, sistem pengereman, hingga perawatan berkala. TBSM juga memberikan wawasan mengenai peluang bisnis dan kewirausahaan, sehingga lulusan memiliki pilihan untuk bekerja di industri otomotif, menjadi teknisi, melanjutkan pendidikan, maupun mengembangkan usaha jasa perawatan dan perbaikan sepeda motor.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">RPL, Membuka Jalan ke Dunia Digital<\/h3>\n\n\n\n<p>Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, Bidang Informasi dan Teknologi juga menjadi pilihan yang relevan melalui kompetensi Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). Kompetensi ini membawa peserta didik mengenal dunia teknologi digital dan pengembangan perangkat lunak yang semakin dibutuhkan dalam berbagai bidang kehidupan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pada RPL, peserta didik dikenalkan dengan dasar-dasar pemrograman dan proses pengembangan perangkat lunak. Pembelajaran dapat mencakup pembuatan aplikasi, pengembangan website, pengolahan basis data, pemahaman algoritma, serta berbagai teknologi yang mendukung pengembangan sistem digital.<\/p>\n\n\n\n<p>Pembelajaran RPL mendorong peserta didik untuk berpikir logis, sistematis, kreatif, dan mampu memecahkan masalah. Dalam membuat aplikasi atau sistem, siswa belajar memahami kebutuhan pengguna, menyusun alur kerja, menulis kode program, melakukan pengujian, menemukan kesalahan, hingga melakukan perbaikan.<\/p>\n\n\n\n<p>Di Laboratorium RPL, peserta didik mendapatkan ruang untuk mengembangkan keterampilan digital melalui berbagai kegiatan praktik. Komputer dan perangkat pendukung menjadi media pembelajaran untuk mengenal pemrograman dan pengembangan perangkat lunak secara lebih nyata.<\/p>\n\n\n\n<p>Pengenalan RPL sekaligus membuka wawasan mengenai peluang karier di bidang teknologi, seperti pengembang perangkat lunak, web developer, programmer, pengelola basis data, teknisi aplikasi, serta berbagai bidang teknologi informasi lainnya. Keterampilan digital juga dapat dikembangkan menjadi peluang usaha dan pekerjaan berbasis teknologi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">Melihat Langsung Ruang Praktik dan Fasilitas Sekolah<\/h3>\n\n\n\n<p>Setelah mendapatkan pengenalan kompetensi keahlian, peserta didik baru diajak mengunjungi langsung ruang praktik, bengkel, laboratorium, dan studio sesuai bidang keahlian. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk melihat peralatan dan lingkungan praktik secara nyata, sekaligus mendapatkan penjelasan mengenai fungsi peralatan, standar K3, tata tertib penggunaan fasilitas, serta gambaran kegiatan praktik yang akan mereka jalani.<\/p>\n\n\n\n<p>Kunjungan tersebut menjadi salah satu bagian yang menarik perhatian peserta didik baru. Jika sebelumnya mereka hanya mengenal jurusan melalui informasi, kini mereka dapat melihat secara langsung tempat belajar yang akan menjadi bagian dari keseharian. Dari bengkel otomotif dan mesin hingga laboratorium serta studio, setiap fasilitas menunjukkan bahwa pembelajaran di SMK tidak hanya berlangsung melalui teori, tetapi juga melalui praktik dan pengalaman langsung.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain mengenal kompetensi keahlian, peserta didik baru juga diajak berkeliling mengenal lingkungan SMK Ganesha Tama Boyolali secara menyeluruh. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam proses adaptasi agar siswa mengenal berbagai fasilitas, memahami fungsi setiap ruang, dan lebih cepat terbiasa dengan lingkungan sekolah. Dengan demikian, peserta didik diharapkan dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan nyaman, tertib, dan percaya diri sejak awal.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\">MPLS Ramah, Membentuk Karakter dan Budaya Positif<\/h3>\n\n\n\n<p>MPLS juga menjadi ruang untuk membangun karakter. Peserta didik mendapatkan materi mengenai kedisiplinan, etika berkomunikasi, wawasan kebangsaan, nilai-nilai Pancasila, budaya positif sekolah, pencegahan perundungan, bahaya penyalahgunaan narkoba, keamanan bermedia digital, serta pentingnya menjaga kesehatan.<\/p>\n\n\n\n<p>Materi tersebut diberikan sebagai bekal agar siswa tidak hanya memiliki keterampilan sesuai bidang keahliannya, tetapi juga mampu menjadi pribadi yang bertanggung jawab, berintegritas, mampu menghargai orang lain, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan.<\/p>\n\n\n\n<p>Suasana semakin semarak ketika peserta didik diperkenalkan dengan berbagai ekstrakurikuler dan organisasi siswa. Berbagai kegiatan dan demonstrasi memberikan gambaran bahwa sekolah bukan hanya tempat mengembangkan kemampuan akademik dan keterampilan vokasi, tetapi juga ruang untuk menemukan minat, bakat, kepemimpinan, kreativitas, dan potensi diri.<\/p>\n\n\n\n<p>Antusiasme peserta didik baru terlihat sepanjang rangkaian kegiatan. Tanya jawab, diskusi, permainan edukatif, kegiatan motivasi, hingga kunjungan ke ruang praktik membuat proses pengenalan sekolah berlangsung lebih hidup. Bagi siswa, pengalaman tersebut menjadi kesempatan untuk mulai mengenal teman, guru, kakak kelas, lingkungan belajar, sekaligus membayangkan perjalanan yang akan mereka tempuh selama menjadi bagian dari SMK Ganesha Tama Boyolali.<\/p>\n\n\n\n<p>Melalui MPLS Tahun Ajaran 2026\/2027, SMK Ganesha Tama Boyolali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang ramah, relevan, dan berorientasi pada masa depan. Sejak hari pertama, peserta didik tidak hanya diajak mengenal sekolah, tetapi juga diperkenalkan dengan kompetensi keahlian, teknologi, budaya kerja, pendidikan karakter, dan berbagai peluang yang dapat mereka raih setelah lulus.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari gambar bangunan di DPIB, mesin dan CNC di Teknik Pemesinan, teknologi industri di TMI, kendaraan di TKRO dan TBSM, hingga dunia digital di RPL, setiap kompetensi keahlian menjadi jalan bagi peserta didik untuk menemukan potensi dan membangun masa depan.<\/p>\n\n\n\n<p>MPLS bukan sekadar pintu masuk menuju lingkungan sekolah baru. Ia menjadi langkah pertama untuk mengenal potensi diri, memilih arah, membangun karakter, dan menyiapkan kompetensi menuju dunia kerja maupun pendidikan yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p>Dari Aula Barat, bengkel, laboratorium, studio, hingga setiap ruang pembelajaran, perjalanan peserta didik baru telah dimulai. Sebuah perjalanan untuk belajar, berkembang, berkarya, dan pada akhirnya meraih masa depan bersama SMK Ganesha Tama Boyolali.<\/p>\n\n\n\n<p>SMK Ganesha Tama Boyolali<br \/>\u201cBerkarya \u2022 Berkomitmen \u2022 Berkarier\u201d<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Boyolali, 13 Juli 2026 \u2013 Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026\/2027 di SMK Ganesha Tama Boyolali menjadi langkah awal bagi peserta didik baru untuk mengenal lingkungan sekolah sekaligus memahami kompetensi keahlian yang akan menjadi bekal menuju masa depan. Dipusatkan di Aula Barat SMK Ganesha Tama Boyolali, kegiatan berlangsung tertib, edukatif, dan menyenangkan dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"image","meta":{"fifu_image_url":"","fifu_image_alt":"","footnotes":""},"categories":[1,18],"tags":[],"class_list":{"0":"post-22639","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-image","6":"category-pendidikan","7":"category-berita","8":"post_format-post-format-image","9":"czr-hentry"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ganeshatama-byi.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22639","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ganeshatama-byi.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ganeshatama-byi.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ganeshatama-byi.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ganeshatama-byi.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=22639"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/ganeshatama-byi.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22639\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":22659,"href":"https:\/\/ganeshatama-byi.sch.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/22639\/revisions\/22659"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ganeshatama-byi.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=22639"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ganeshatama-byi.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=22639"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ganeshatama-byi.sch.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=22639"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}